Toshiba bangun sistem energi bebas CO2 untuk Indonesia

Toshiba bangun sistem energi bebas CO2 untuk Indonesia

Toshiba bangun sistem energi bebas CO2 untuk Indonesia

Toshiba belum lama ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam upaya membangun sistem energi tanpa CO2 yang berbasis hidrogen untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil Indonesia.

Kesepahaman itu utamanya untuk percepatan implementasi sistem pasokan energi berbasis hidrogen mandiri, H2One™, di Indonesia, kata Toshiba dalam pernyataan resminya kepada ANTARA, Minggu pagi.

Seremoni penandatanganan diadakan di Forum Energi Indonesia-Jepang ke-6

, sebuah acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI).

Berdasarkan MoU ini, Toshiba ESS dan PLN akan mengevaluasi teknologi dan kebijakan yang diperlukan untuk implementasi lebih jauh dari sistem komersial H2One ™ di kepulauan Indonesia pada tahun 2023.

H2One™ adalah sistem terintegrasi yang menggunakan sumber energi terbarukan dalam mengelektrolisis hidrogen dari air, menyimpan dan menggunakan hidrogen dalam sel bahan bakar untuk tersedianya pengiriman listrik bebas CO2 yang stabil, ramah lingkungan dan air panas.

Salah satu aplikasi H2One™ adalah “solusi luar-jaringan (off-grid),”

yang dapat membantu mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan.

Sesuai Rencana Bisnis Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), Indonesia akan meningkatkan rasio kapasitas fasilitas energi terbarukan negara ini dari 12,52 persen pada 2017 menjadi 23 persen pada 2025.

Terlebih lagi, di Indonesia, banyak masyarakat tinggal di pulau-pulau terpencil,

sehingga diperlukan sumber daya listrik yang stabil dan ekonomis di setiap pulau.

Kesepakatan dengan PLN itu juga merupakan tindak lanjut dari MoU Toshiba ESS dan BPPT untuk survei bagi percepatan implementasi H2One™ pada Agustus 2018 dan telah dilakukan survei bersama.

 

Baca Juga :