SOLUSI MENGATASI CYBERCRIME

SOLUSI MENGATASI CYBERCRIME

SOLUSI MENGATASI CYBERCRIME
SOLUSI MENGATASI CYBERCRIME

Dari kedelapan kasus di atas, dapat dikelompokkan berdasarkan modusnya, diantaranya :

Kasus 1 dan 3 bermodus Hacking dan Cracker.

Hacking adalah kegiatan menyusup sistem komputer milik orang lain. Hacker adalah seseorang yang berminat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan cara meningkatkan kapabilitasnya. Tujuan hacker yang baik menerobos sistem hanya untuk memberi tahu programmer bahwa masih terdapat celah pada sistem yang dibuatnya. Sedangkan tujuan hacker yang jahat menerobos sistem adalah untuk merusak dan mencuri data pada sistem tersebut.
Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Cracker adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking meliputi pembajakan akun milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga melupuhkan target sasaran.

Kasus 2 bermodus Carding
Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
Pelakunya disebut sebagai “carder”.

Kasus 4 bermodus Cybersquatting

Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Umumnya mengacu pada praktek membeli nama domain yang menggunakan nama-nama bisnis yang sudah ada atau nama orang orang terkenal dengan maksud untuk menjual nama untuk keuntungan bagi bisnis mereka.

Kasus 5 bermodus Penyebaran Virus secara Sengaja

Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau sistem operasi. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dan lain-lain.

Kasus 6 bermodus Cyber Terorism
Cyber Terorism adalah kejahatan yang termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer dengan tujuan mengancam pemerintah atau warganegara. Pada kasus ini, cyber terorism dilakukan dengan cara melakukan defacing terhadap situs Malaysia.

Kasus 7 bermodus Phising
Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

Kasus 8 bermodus Illegal Contents
Penyebaran pornografi merupakan salah satu contoh illegal contents. Illegal Contents merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum.

SOLUSI MENGATASI CYBERCRIME

1. Mengamankan Sistem, dengan cara :
– melakukan pengamanan FTP, SMTP, Telnet, dan Web Server.
– memasang Firewall
– menggunakan Kriptografi
– Secure Socket Layer (SSL)
2. Penanggulangan Global
3. Perlunya Cyberlaw
4. Perlunya Dukungan Lembaga Khusus

Sumber : https://ekonomija.org/daregon-apk/