Saat Terutang Pajak

Saat Terutang Pajak

Pajak terutang pada saat:

  1. Penyerahan BKP atau JKP;
  2. Impor BKP;
  3. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean;
  4. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean;
  5. Ekspor BKP Berwujud;
  6. Ekspor BKP Tidak Berwujud;
  7. Ekspor JKP;
  8. Pembayaran, pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP atau sebelum penyerahan JKP atau dalam hal pembayaran dilakukan sebelum dimulainya pemanfaatan BKP Tidak Berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean.

Saat Terutang Pajak

 2.9.1 Tempat Terutang Pajak

  1. Untuk penyerahan BKP/JKP:
  2. Tempat tinggal.
  3. Tempat kedudukan.
  4. Tempat kegiatan usaha.
  5. Tempat lain.

Apabila Pengusaha Kena Pajak terutang pajak pada lebih dari 1 (satu) tempat kegiatan usaha, Pengusaha Kena Pajak tersebut dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya dapat menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak untuk memilih 1 (satu) tempat atau lebih sebagai tempat terutangnya pajak.

  1. Dalam hal impor, terutangnya pajak terjadi ditempat Barang Kena Pajak dimasukkan dan dipungut melalui Direktorat Jendral Bea dan Cukai.
  2. Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan BKP Tidak Berwujud dan/atau JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang pajak di tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha.
  3. Untuk kegiatan membangun sendiri oleh PKP yang dilakukan tidak dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya atau oleh bukan PKP, di tempat bangunan tersebut didirikan.

baca juga :