Rukun dan Syarat Gada

 Rukun dan Syarat Gada

Transaksi gadai menurut syariah haruslah memenuhi rukun dan syarat tertentu, yaitu:

2.5.1   Rukun Gadai:

1)             adanya ijab dan kabul.

2)             adanya pihak yang berakad, yaitu pihak yang menggadaikan (rahn) dan yang menerima gadai (murtahin).

3)             adanya jaminan (marhun) berupa barang atau harta.

4)             adanya utang (marhun bih).

2.5.2   Syarat sah Gadai:

1)             rahn dan murtahin

Dengan syarat-syarat: kemampuan juga berarti kelayakan seseorang untuk melakukan transaksi pemilikan, setiap orang yang sah melakukan jual beli sah melakukan gadai.

2)             Akad (Shighat)

Shighah tidak boleh terikat dengan syarat tertentu dan juga dengan waktu di masa mendatang.

3)             Utang (Marhun bih)

Dengan syarat harus merupakan hak yang wajib diberikan dan diserahkan kepada pemiliknya, memungkinkan pemanfaatannya bila sesuatu yang menjadi hutang itu tidak bisa dimanfaatkan maka tidak sah, harus dikuantifikasi atau dapat dihitung jumlahnya bila tidak dapat diukur atau tidak dapat dihitung, rahn itu tidak sah.

4)             Barang (Marhun)

Dengan syarat harus bisa diperjualbelikan, harus berupa harta yang bernilai, marhun harus bisa dimanfaatkan secara syariah, harus diketahui keadaan fisiknya, harus dimiliki oleh rahn setidaknya harus seizin pemiliknya. [17]

2.6         Sumber Pendanaan dan Barang Jaminan Pegadaian Syariah

Pegadaian sebagai lembaga keuangan tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan, misalnya giro, deposito, dan tabungan. Untuk memenuhi kebutuhan dananya, perum pegadaian memiliki sumber-sumber dana sebagai berikut:

  1. Modal sendiri
  2. Penyertaan modal pemerintah
  3. Pinjamana jangka pendek dari perbankan
  4. Pinjamana jangka panjang yang berasal dari Kredit Lunak Bank Indonesia
  5. Dari masyarakat melalui penerbitan obligasi.

Aspek syariah tidak hanya menyentuh bagian operasionalnya saja, pembiayaan kegiatan dan pendanaan bagi nasabah, harus diperoleh dari sumber yang benar-benar terbebas dari unsur riba.[18]

Barang Jaminan Pegadaian Syariah

Jenis barang yang dapat diterima sebagai barang jaminan pada prinsipnya adalah barang bergerak, antara lain :

  1. Barang-barang perhiasan yakni semua perhiasan yang dibuat dari emas, perhiasan perak, platina, baik yang dihiaskan intan, mutiara.
  2. Barang-barang elektronik seperti laptop, TV, kulkas, radio, tape recorder, vcd/dvd, radio kaset.
  3. Kendaraan seperti sepeda, sepeda motor dan mobil.
  4. Barang-barang rumah tangga.
  5. Mesin seperti mesin jahit, mesin motor kapal.[19]
  6. Tekstil.
  7. Barang-barang lain yang dianggap bernilai seperti surat-surat berharga baik dalam bentuk saham, obligasi maupun surat-surat berharga lainnya.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/