Perkembangan Islam pada masa modern di Indonesia

Perkembangan Islam pada masa modern di IndonesiaPerkembangan Islam pada masa modern di Indonesia

Sejarah latar belakang perkembangan islam masa modern di Indonesia

Di Indonesia terdapat pembaharu atau  partai politik besar yang menentang penjajahan diantaranya:

  • Sarekat Islam (SI) dipimpin oleh H.O.S Tjokrominoto berdiri pada tahun 1912 dan merupakan kelanjutan dari sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi tahun 1911.
  • Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan oleh Sukarno (1927)
  • Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-baru) didirikan oleh Mohammad Hatta (1931)
  • Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) menjadi partai politik tahun 1932 yang dipelopori oleh Muktar Luthfi

Munculnya gagasan nasionalisme yang diiringi oleh berdirinya partai-partai politik tersebut merupakan aset utama umat islam dalam perjuangan untuk mewujudkan negara merdeka yang bebas dari pengaruh politik barat. Sebagai gambaran dengan nasionalisme dan perjuangan dari parati-partai politik yang penduduknya mayoritas muslim adalah Indonesia. Indonesia merupakan negara yang mayoritas muslim yang pertama kali berhasil memproklamasikan kemerdekaannya yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Negara kedua yang bebas dari penjajahan yaitu Pakistan. Merdeka pada tanggal 15 Agustus 1947 dengan presiden pertamanya Ali Jinnah.

Gerakan Modern Islam di Indonesia

Pembaharuan oleh islam atau gerakan modern islam yang lahir di Timur Tengah sangat berpengaruh terhadap gerakan kebangkitan islam di Indonesia. Pengaruh tersebut seperti munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan modern di Indonesia pada awal abad ke-20. Organisasi  atau kelembagaan dimaksud yaitu Jamiatul Khair (1905) yang bertujuan izzul islam wal muslimin kejayaan islam dan umatnya dengan gerakannya yaitu mendirikan sekolah tingkat dasar dan mengirimkan anak muda berprestasi ke Turki. Al Irsyad, yaitu bergerak dalam bidang pendidikan pendirinya adalah Syekh Ahmad Sorkati dan para pedagang. Muhammadiyah, yaitu didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan tanggal 8 November 1912 di Jogjakarta dengan tujuan menggapai surga dengan ridha Allah swt dan mencapai masyarakat yang aman, damai, makmur, sejahtera dan bahagia disertai dengan nikmat Allah yang melimpah ruah dengan baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur.

Persatuan islma didirikan oleh Ahmad Hasan dan M. Natsir di Bandung tahun 1920, kegiatan utamanya tabligh, khotbah dan penerbitan guna memurnikan syari’at islam. SDI (Syarikat Dagang Islam) didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo tahun 1911. SDI diubah menjadi PSI (Partai Serikat Islam) dan tahun 1929 diubah lagi menjadi PSII (Partai Serikat Islam Indonesia), semula bergerak dalam ekonomi dan keagamaan kemudian berubah menjadi kegiatan politik. NU yaitu didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari tanggal 13 Januari 1926 di Surabaya dengan tujuan membangkitkan semangat juang para ulama di Indonesia. Matla’ul Anwar, pendirinya adalah KH Yasin pada tahun 1905 di Banten dengan kegiatannya berupasosial keagamaan dan pendidikan. Perti (Partai Tarbiyah)  didirikan oleh Syeikh Sulaiman Ar Rasuli pada tahun 1928 di Sumatra Barat. Kegiatannya bergerak dalam bidang pendidikan, memberantas bid’ah, khurafat dan takhayul serta taklid umat islam.


Baca juga:

Kondisi Dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan Di Indonesia

Perkembangan Islam Di Indonesia

Problem Konseptual Teoretik Pendidikan IslamCiri Khas Kurikulum Pendidikan Islam