Pengertian Hukum Pidana

Pengertian Hukum Pidana

Dalam ilmu hukum pidana dikenal perbedaan antara”ius punale” dan “ius puniendi” terjemahan istilah “ius punale” adalah hukum pidana,sedangkan terjemahan “ius puniendi” adalah hak memidana, dalam bahasa latin “ius” dapat diartikan sebagai hukum maupun hak.

Menurut Satochid Kartanegara bahwa hukum pidana itu dapat dipandang dari sudut:

  1. a)Hukum pidana dalam arti objektif (ius punale)
  2. b)Hukum pidana dalam arti subjektif (ius puniendi)

Hukum pidana dalam arti objektif (ius punale) adalah sejumlah peraturan yang mengandung larangan-larangan atau keharusan-keharusan dimana terhadap pelanggaranya diancam dengan hukuman. Ius punale dapat di bagi dalam: (a) hukum pidana materiil, (b) hukum pidana  formal

Hukum pidana materiil berisikan peraturan-peraturan tentang perbuatan yang dapat diancam dengan hukuman, siapa-siapa yang dapat dihukum, hukum apa yang dapat dijatuhkan terhadap orang yang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang.

Pengertian hukum pidana itu ialah hukum yang mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan umum,perbuatan mana yang di ancam dengan hukuman yang merupakan suatu penderitaan atau siksaan .

Adapun hak negara yang tercantum dalam hukum pidana subjektif (ius puniendi),yaitu : (a) hak negara untuk memberikan ancaman hukuman,(b) hak jaksa untuk menuntut pelaku tindak pidana.

2.2 Tujuan Hukum Pidana

Hukum pidana merupakan ilmu pengetahuan  hukum,oleh karena itu peninjauan bahan-bahan mengenai hukum pidana terutama dilakukan dari sudut pertanggungan jawab manusia tentang ‘perbuatan yang dapat dihukum” kalau seorang melanggar peraturan  pidana,maka akibatnya adalah bahwa orang itu dapat dipertanggungjawabkan tentang perbuatannya itu sehingga ia dapat dikenakan hukuman (kecuali orang gila,di bawah umur dsb).

Tujuan hukum pidana itu memberi sistem dalam bahan-bahan yang banyak dari hukum itu:asas-asas dihubungkan satu sama lain sehingga dapat dimasukkan dalam satu sistem.Penyelidikan secara demikian adalah dogmatis juridis.

Sebagai ilmu pengetahuan pembantu hukum pidana,kriminologi menyelidiki sebab-sebab kejahatan itu dari sudut masyarakat dan sebagai alat penyelidikannya.

https://pss-sleman.co.id/camera-block-apk/