Panen Tanaman Krisan

Panen Tanaman KrisanPanen Tanaman Krisan

Ciri dan Umur Panen

Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam.

3.6.2. Cara Panen
Panen sebaiknya dilakukan pagi hari, saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen, potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah.

3.6.3. Prakiraan Produksi
Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.000 tanaman.

3.7. Pascapanen
3.7.1. Pengumpulan
Kumpulkan bunga hasil panen, lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak.

3.7.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai.
Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat dan bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu:
a. Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar, yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm.
b. Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.

3.7.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur, rapi dan tidak longgar, dalam bak atau box alat angkut.

IV. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
4.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0,5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.
Biaya produksi
Sewa lahan 1 tahun
Bibit : 500.000 batang @ Rp. 50,-
Pupuk dan kapur
– Pupuk kandang: 15.000 kg @ Rp. 150,-
– Urea: 4.150 kg @ Rp. 1.500,-
– ZA: 4.600 kg @ Rp. 1.250,-
– SP-36: 525 kg @ Rp. 2.000,-
– KCl: 125 kg @ Rp. 1.650,-
– KNO3: 2.375 kg @ Rp. 4.000,-
– Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.200,-
Pestisida
Biaya tenaga kerja
– Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 10.000,-
– Pemupukan 10 HKP + 20 HKW
– Penanaman 5 HKP + 50 HKW
– Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW
Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat)

Jumlah biaya produksi
Pendapatan 400.000 tanaman @ Rp. 225,-
Keuntungan
Parameter kelayakan usaha
1. Rasio Output/Input

Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

Rp.

Rp.
Rp.

=

1.500.000,-
25.000.000,-

2.250.000,-
6.225.000,-
5.750.000,-
1.050.000,-
206.250,-
9.500.000,-
400.000,-
1.500.000,-

500.000,-
250.000,-
425.000,-
800.000,-
500.000,-

55.856.250,-

90.000.000,-
34.143.750,-

1,611

 

Sumber: https://konveksipekanbaru.co.id/2017-jumlah-serangan-siber-ke-perusahaan-meningkat/