Latar Belakang Lahirnya Revolusi Perancis

Latar Belakang Lahirnya Revolusi Perancis

Latar Belakang Lahirnya Revolusi Perancis

Para bangsawan memainkan peran yang sangat penting dalam bidang politik, jadi semuanya ditentukan oleh kaum bangsawan sementara raja hanya mengizinkannya. Ketidakadilan dalam politik dapat dilihat dari pemilihan pegawai pemerintah berdasarkan keturunan dan bukan berdasarkan profesi atau keahlian. Ini menyebabkan administrasi negara kacau dan mengakibatkan korupsi. Ketidakadilan politik lainnya tidak memungkinkan komunitas kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah.

Proses Sejarah Revolusi Perancis

Para bangsawan memainkan peran yang sangat penting dalam bidang politik, jadi semuanya ditentukan oleh kaum bangsawan sementara raja hanya mengizinkannya. Ketidakadilan dalam politik dapat dilihat dari pemilihan pegawai pemerintah berdasarkan keturunan dan bukan berdasarkan profesi atau keahlian. Ini menyebabkan administrasi negara kacau dan mengakibatkan korupsi. Ketidakadilan politik lainnya tidak memungkinkan komunitas kecil untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemerintah.

Lemahnya Wibawa Raja Perancis

Raja-raja Prancis yaitu Louis XV dan XVI menyadari ada masalah keuangan negara bisa diatasi jika setiap orang atau kelompok membayar pajak. Namun, karena mereka tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan terhadap kelompok I dan II, kelompok tersebut masih memiliki hak khusus dan bebas dari pajak.

Munculnya Filsuf-filsuf Pembaharu

Pada pertengahan abad ke-18, penulis dan filsuf terkenal muncul. Tulisan-tulisan yang mereka buat menyentuh kelemahan dan kesalahan pemerintah, seperti ketidakadilan sosial, politik dan ekonomi. Tokoh-tokoh pembaharu tersebut meliputi:

  1. Montesquieu, yang menulis buku berjudul Lesprit des Lois (Jiwa Undang-undang) yang menjelaskan sejarah hukum dan peraturan pemerintah bersama dengan kekuatan dan kelemahan mereka. Inti dari buku ini menjelaskan kekuatan negara dibagi menjadi tiga kekuatan, yaitu legislatif, eksekutif dan peradilan yang dikenal sebagai Trias Politica.
  2. Voltaire, seorang tokoh pembaharu yang kritis terhadap pemerintah. Dia mengkritik peraturan negara dan menyatakan bahwa pemerintahan Raja Louis XVI bukanlah pemerintahan yang demokratis tetapi pemerintahan otokratis yang berpusat pada kekuasaan raja. Dalam hal ini raja menjalankan pemerintahan bukan untuk kepentingan rakyat tetapi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
  3. J.J. Rousseau, seorang filsuf yang menaruh perhatian pada implementasi kedaulatan dan kesetaraan rakyat dan menganjurkan agar Prancis menerapkan sistem pemerintahan yang demokratis. Untuk gagasan ini ia dianggap sebagai “Bapak Demokrasi Modern”.

Baca Juga :