Lapisan subkutis/ hipodermis

Lapisan subkutis/ hipodermis

Hypodermis, atau jaringan subkutan, terletak di bawah dermis. Dari nama untuk lapisan ini, kita mendapatkan injeksi subkutanistilah, dilakukan dengan jarum suntik.

Hypodermis terdiri dari jaringan ikat longgar, termasuk  adiposa (lemak)  jaringan. Lemak merupakan penyimpanan energi bentuk yang dapat dipanggil bila diperlukan untuk memasok tubuh dengan molekul untuk  respirasi selular. Jaringan adiposa juga membantu  melindungi  tubuh. Sebuah hypodermis berkembang dengan baik memberi tubuh penampilan yang bulat dan menyediakan  bantalan  pelindung  terhadap  serangan  eksternal. Berlebihan perkembangan jaringan adiposa  dalam hasil  hypodermis lapisan dalam obesitas.

Berikut fungsi dari kulit:

Fungsi proteksi

Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis, misalnya terhadap gesekan, tarikan, gangguan kimia yang dapat menimbulkan iritasi (seperti lisol, karbol, dan asam kuat). Gangguan panas misalnya radiasi, sinar ultraviolet,  gangguan infeksi dari luar misalnya bakteri dan jamur.

Karena adanya bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit dan serabut saraf serabut jaringan penunjang berperan sebagai pelindung terhadap gangguan fisis. Melanosit turut berperan dalam melindungi kulit dari infeksi terhadap sinar matahari dengan mengadakan tanning (pengobatan dengan asam asetil).

  1. Proteksi rangsangan kimia.

Hal ini dapat terjadi karena sifat stratum korneum yang impermeabel terhadap zat kimia dan air. di samping itu terdapat lapisan keasaman kulit yang melindungi dari zat kimia dengan kulit. Lapidan keasaman kulit terbentuk dari hasil ekresi keringat dan sebum yang menyebabkan keasaman kulit pH 5-6,5. Ini merupakan perlindungan terhadap infeksi jamur dan sel-sel kulit yang telah mati melepaskan diri secara teratur.

  1. Fungsi absorbs.

Kulit yang sehat tidak akan mudah menyerap air, larutan dan benda padat, tetapi caira yang mudah menguap lebih mudah diserap, begitu juga dengan yang larut dalam lemak. Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagaian  pada fungsi respirasi.

Kemampuan absorbsi kulit dipengaruhi tebal tipisnya, hidrasi, kelembapan, dan metabolisme. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah di antara sel, menembus sel-sel epidermis, atau melalui saluran kelenjar dan yang lebih banyak melalui sel-sel epidermis.

  1. Fungsi kulit sebagai pengatur panas.

Suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan. Hal ini karena adanya penyesuaian antara panas yang dihasilkn oleh pusat pengatur panas, medulla oblongata. Suhu normal dalam tubuh yaitu suhu visceral 36-37,5 derajat.

Pengendalian persarafan dan vasomotorik dari arterial kutan ada dua cara yaitu vasodilatasi (kapiler melebar, kulit menjadi panas dan kelebihan panas dipancarkan ke kelenjar keringat sehingga terjadi penguapan cairan pada permukaan tubuh) dan vasokontriksi (pembuluh darah mengkerut, kulit menjadi pucat dan dingin, hilangnya keringat dan hidrasi, dan panas suhu tubuh tidak dikeluarkan).

Kulit melakukan peran ini dengan mengeluarkan keringat, kotraksi otot dan pembuluh darah kulit. Kulit kaya akan pembuluh darah sehingga memungkinkan kulit mendapat nutrisi yang cukup baik. Tonus vascular dipengaruhi oleh  saraf simpatis (asetilkolin). Pada bayi dinding pembuluh dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin).

 

Baca juga: