Faktor sekolah

  Faktor sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat pengabdian guru dan rumah rehabilitasi anak didik. Sekolah ikut terlibat menimbulkan kesulitan belajar bagi anak didik. Faktor-faktor dari lingkungan sekolah yang dapat menimbulkan kesulitan belajar bagi anak didik adalah sebagai berikut:

  1. guru dengan anak didik kurang harmonis.
  2. Guru menuntut standar pelajaran di atas kemampuan anak.
  3. Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha mendiagnosis kesulitan belajar anak didik.
  4. Cara guru mengajar kurang baik.
  5. Alat media yang kurang baik.
  6. Perpustakaan sekolah kurang memadai.
  7. Suasana sekolah yang kurang menyenangkan.
  8. Bimbingan dan penyuluhan yang tidak berfungsi.
  9. Kepemimpinan dan administrasi yang kurang menunjang.
  10. Waktu sekolah dan disiplin yang kurang.

3)        Faktor keluarga

Keluarga adalah lembaga pendidikan informal (luar sekolah) yang diakui keberadaannya dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, ada beberapa faktor dalam keluarga yang mennjadi penyebab kesulitan belajar anak didik sebagai berikut:

  1. Kurangnya kelengkapan alat-alat belajar bagi anak di rumah.
  2. Kurangnya biaya pendidikan yang disediakan orang tua.
  3. Anak tidak mempunyai ruang dan tempat belajar yang khusus.
  4. Ekonomi keluarga yang lemah atau tinggi yang membuat anak berlebih-lebihan.
  5. Kesehatan keluarga yang kurang baik.
  6. Perhatian orang tua yang tidak memadai.
  7. Kebiasaan dalam keluarga yang tidak menunjang.
  8. Kedudukan anak dalam keluarga yang menyedihkan.
  9. Anak terlalu banyak membantu orang tua.

4)        Faktor masyarakat sekitar

Jika keluarga adalah komunitas masyarakat terkecil, maka masyarakat adalah komunitas masyarakat kehidupan sosial yang tersebar. Dalam masyarakat terpatri strata sosial yang merupakan penjelmaan dari suku, ras, agama, antar golongan, pendidikan, jabatan, status, dan sebagainya. Pergaulan yang terkadang kurang bersahabat sering memicu konflik sosial. Keributan, pertengkaran, pembunuhan, perjudian, perampokan, gossip dan perilaku jahiliyah lainya sudah menjadi santapan sehari-hari dalam masyarakat. Ketergantungan pada obat terlarang membuat anak didik pasrah pada nasib. Anak didik tidak bisa lagi dididik karena pengaruh obat terlarang. Keributan lingkungan sekitar berpotensi memecahkan konsentrasi anak didik dalam belajar. Akhirnya anak didik tidak betah belajar karena sulit membangkitkan daya konsentrasi. Kesulitan belajar bagi anak didik juga bersumber dari media cetak dan media elektronik (Sarwono, 1981:28).

 

Recent Posts