PENYEBAB PEREMPUAN BERKUMIS TIPIS YANG SERING BIKIN NGGAK PD

PENYEBAB PEREMPUAN BERKUMIS TIPIS YANG SERING BIKIN NGGAK PD

Banyak perempuan berkumis yang mulai perkembangan kumis selanjutnya menganggu tampilan dan bikin nggak PD. Kira-kira apa penyebab tumbuhnya, ya?

Saya punyai seorang teman perempuan yang tumbuh kumis tipis-tipis. Ia mulai amat tidak nyaman bersama dengan kondisi tersebut. Hingga ia beberapa kali mengusahakan untuk mencukur bulu-bulu tipis di atas bibirnya itu. Namun tetap saja, pada akhirnya tumbuh lagi. Tumbuh lagi. Adapun yang kami pahami, kumis sebenarnya lumrahnya keluar pada lelaki. Lantas, saat dia keluar pada tubuh perempuan, wajar-wajar saja kecuali meninggalkan perasaan tidak nyaman dan mengurangi kepercayaan diri.

Nah, perempuan yang berkumis ini dinamakan hirsutisme. Hirsutisme sendiri merupakan sebuah kondisi saat tumbuh bulu atau rambut yang tidak di idamkan di tubuh perempuan. Pertumbuhan kumis tipis pada perempuan ini dikarenakan produksi hormon androgen yang berlebihan. Hormon inilah yang membuat perkembangan bulu-bulu pada tubuh manusia.

Setiap perempuan sebenarnya punyai hormon androgen. Pasalnya hormon ini berfaedah untuk pembentukan estrogen. Estrogen sendiri berperan untuk menahan pengeroposan tulang, hingga penambah gairah maupun penyeimbang perasaan perempuan. Maka, tidak mengherankan kecuali produksi hormon androgen yang berlebih, dapat membuat hal-hal yang dianggap tidak cukup lumrah pada perempuan.

Si hirsutisme ini biasanya terhitung condong diturunkan dalam keluarga. Oleh dikarenakan itu, perempuan yang berkumis biasanya terhitung bakal punyai ibu atau saudara perempuan yang berkumis.

Selain disebabkan hormon androgen, ada beberapa penyebab lain yang terhitung berpotensi menjadikan perempuan berkumis. Di antaranya,

Satu, kecuali dialami oleh perempuan bersama dengan umur yang tetap muda, perihal ini dapat diakibatkan sindrom ovarium polikistik. Sebuah kondisi yang membuat kista rahim dan menstruasi tidak tertata dikarenakan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuhnya.

Dua, perihal ini dapat menjadi disebabkan hyperplasia adrenal kongenital. Yakni sebuah gangguan genetis pada kelenjar adrenal. Nah, gangguan ini dapat terhitung menjadi penyebab perkembangan tumor pada kelenjar adrenal.

Tiga, dapat dikarenakan sindrom cushing atau gangguan hormonal yang membuat pembengkakan leher dan wajah. Gangguan hormonal ini terhitung dapat membuat bertambahnya berat badan tiba-tiba, khususnya di anggota perut.

Empat, konsumsi obat-obatan seperti steroid anabolik yang biasanya digunakan untuk tingkatkan peforma atletik maupun pembentukan otot.

Lima, amat banyak hormon yang diproduksi oleh tubuh. Kondisi ini dikenal bersama dengan arti akromegali.

Namun, pada sejumlah kasus, penyebab hirsutisme ini tidak tetap menjadi tandanya penyakit serius. Dampak yang dirasakan darinya biasanya semata-mata mulai tidak nyaman—hingga risih—dengan perkembangan bulu-bulu halus tersebut.

Tetapi, kecuali perkembangan si bulu-bulu halus ini sudah tidak kembali wajar, misalnya teksturnya menebal dan warnanya lebih pekat, lebih-lebih dia tumbuh meluas. Maka tidak ada salahnya untuk mengkonsultasikan kondisi selanjutnya pada dokter. Daripada bingung dan was-was sendiri, lebih baik menentukan jalur untuk mendeteksi penyebabnya pada orang yang lebih kompeten, kan?

Nah, kecuali ternyata tumbuhnya si kumis ini nggak mengundang potensi yang berbahaya. Tapi kamu mulai kehadirannya makin lama menganggu dan kamu sudah dalam langkah amat tidak nyaman. Lantaran sudah mengusahakan keras menutupinya bersama dengan make-up tebal sekalipun, ternyata nggak ter-cover juga. Ada beberapa cara yang dapat kamu laksanakan untuk mengatasinya,

Pertama, menghilangkannya bersama dengan laser. Sayangnya, metode ini mengundang pengaruh samping dapat bersifat kemerahan pada kulit maupun pergantian warna kulit menjadi lebih gelap atau terang. Meski efeknya kerap kali tidak bersifat permanen. Setelah dilaser biasanya bakal dioleskan krim topikal untuk memperlambat perkembangan si kumis—yang tak di idamkan ini.

Kedua, mencabutnya bersama dengan waxing atau sekadar mencukurnya. Efek nggak enaknya kecuali amat kerap mencabut bulu rambut, dapat mengundang folikulitis. Folikulitis merupakan peradangan atau infeksi pada lubang daerah tumbuhnya rambut pada kulit.

Ketiga, konsumsi pil KB jenis pill co-cyprindiol untuk menahan perkembangan kumis. Obat jenis ini bakal dikonsumsi hingga enam bulan. Biasanya menambahkan pengaruh samping semacam sakit perut, sakit kepala, mual, dan pusing.

Keempat, mengoleskan krim depilatories sebentar, yang kemudian dihapus seiring bersama dengan rontoknya kumis. Kekuatan kerja krim ini sebenarnya sungguh pro abis! Lihat saja, hanya dioles, si kumis langsung rontok bersama dengan begitu mudahnya. Namun, kecuali tidak hati-hati, krim ini bakal membuat iritasi pada kulit sensitif.

Dari keempat cara di atas, sebenarnya punyai plus minus masing-masing. Jadi sebelum saat laksanakan pemusnahan kumis ini, lebih baik konsultasi pernah saja bersama dengan dokter spesialisnya. Supaya kamu serius jelas pengaruh baik buruknya untuk dirimu sendiri. Apalagi, berasal dari keempat cara di atas, nggak ada yang menambahkan pengaruh permanen, agar perlu diulangi secara berkala.

Meski membuat tidak nyaman, nyatanya, tidak sedikit perempuan yang menentukan untuk membiarkan si kumis ini tanpa mengutak-atiknya. Lantas, tetap menjadi perempuan yang percaya diri bersama dengan apa yang dia miliki. Lihat saja Iis Dahlia, yang tambah menjadikan kumis tipisnya sebagai ciri khas berasal dari penampilannya.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :