Chipset Besutan Samsung Nancap di Motorola One Vision

Chipset Besutan Samsung Nancap di Motorola One Vision

Chipset Besutan Samsung Nancap di Motorola One Vision
Chipset Besutan Samsung Nancap di Motorola One Vision

Motorola baru saja meluncurkan smartphone menengah terbarunya

yakni One Vision. Dikutip dari GSMArena, Motorola One Vision mengusung 21:9 cinematic screen, punch hole camera dan chipset Samsung sebagai fitur andalan. One Vision menjadi smartphone Motorola yang mengusung fitur tersebut.

Layar 6,3 inci beresolusi FHD + dengan rasio 21: 9 yang sangat tinggi terbentang di bagian depan ponsel. Di sudut kiri layar terdapat lubang kamera sebagai wadah kamera selfie beresolusi 25MP.

Di bagian belakang, disematkan kamera utama ganda beresolusi 48MP dan 5MP.

Lensa utama sebenarnya beresolusi 12MP. Namun lensa utama ini didukung teknologi Quad-Bayer yang menghasilkan kualitas gambar setara 48MP.

Baca juga : Terungkap, Ini Harga Motorola One Vision

Lensa keduanya beresolusi memiliki depth sensor beresolusi 5MP dengan aperture f/2.2. Kamera utama ponsel ini juga didukung fitur shot optimization dan mode Night Vision. Di bawah kamera terdapat sensor sidik jari dengan tulisan M.

Menariknya, chipset yang digunakan Motorola One Vision bukanlah buatan Qualcomm ataupun Mediatek, melainkan Exynos 9609 besutan Samsung. Sebelumnya sudah ada Meizu yang menggunakan chipset pada smartphone-nya beberapa tahun lalu. Jarang sekali brand smartphone menggunakan chipset Samsung.

Baca juga : Sabet Sertifikasi Wi-Fi, Ini Spesifikasi Motorola One Vision

Chipset Exynos 9609 dipadukan 4 core Cortex-A73 berkecepatan 2.2GHz dan 4 Cortex-A55

yang hemat daya dengan clock speed 1.7GHz. Penyimpanannya disokong RAM 4GB, ROM 128GB serta slot 3 in 2 untuk SIM Card dan MicroSD.

Dayanya disokong baterai 3.500 mAh dengan fast charging 15W dan TurboPower. Motorola One Vision berjalan dengan sistem operasi Android Pie. Motorola One Vision tersaji dalam varian Warna Biru dan Bronze. Motorola One Vision sudah tersedia di pasaran dengan harga USD 335 atau setara Rp 4,8 juta.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_7.jnz?portlet=Blog_7&screen=View+Post&screenType=next&&Id=a4805fe2-75e1-466d-84ac-4d5f7d2bcf36