Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale

Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale

Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale
Konsep Dasar tentang Asma Bronchiale

1.Pengertian
Asma Bronchiale adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. (Smeltzer, 2001)
Menurut Price (2005) asma didefinisikan suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel.
Asma bronchiale merupakan penyakit saluran nafas yang ditandai oleh penyempitan bronkus akibat adanya hipereaksi terhadap suatu peransangan langsung/fisik ataupun tidak langsung. (Dahlan, 2009).

2.Etiologi 
Asma dapat disebabkan oleh berbagai macam penyebab, yaitu genetik yaitu diturunkan dengan keluarga dan berhubungan dengan atopi, faktor lingkungan yaitu stimulus bronkhial spesifik seperti debu rumah, serbuk sari dan bulu kucing, 3 % populasi sensitif terhadap aspirin, paparan pekerjaan yaitu paparan iritan atau sensitizer adalah penyebab penting dari asma yang berhubungan dengan pekerjaan, stimulus nonspesifik yaitu infeksi virus, udara dingin, olah raga atau stres emosional juga bisa memicu timbulnya mengi. Kadar ozon atmosfer yang tinggi (seperti saat badai) atau masalah khusus merupakan predisposisi terjadinya eksaserbasi asma yang telah ada dan faktor lingkungan lain diantaranya faktor makanan (tinggi Na+, rendah Mg2+), infeksi pada anak-anak (sebagian akibat imunisasi) dan peningkatan prevalensi. (Davey, 2003).

3.Patofisiologi
Patofisiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada saluran pernafasan yang memicu terjadinya perubahan pathologi yang berupa bronkhi menjadi hiperresponsif dan terjadi bronkos pasmus, sehingga menggangu proses pertukaran udara dan ventilasi dan ada pasien yang mengidap penyakit asma perlu ditangani secara serius karena reaksi asma bisa mengarah kepada gagal nafas dan akhirnya bisa menyebabkan kematian. (Reeves dkk, 2001).
Menurut Smeltzer (2001) asma adalah obstruksi jalan nafas difus reversibel, obstruksi disebabkan oleh kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronki yang menyempitkan jalan nafas, pembengkakan membran yang melapisi bronkhi dan pengisian bronki dengan mukus yang kental, selain itu otot –otot bronkial dan kelenjar mukosa membesar, sputum yang kental banyak dihasilkan dan aveoli menjadi hiperinflasi dengan udara terperangkap didalam jaringan paru yang melibatkan sistem imunologis dan sistem saraf otonom yang kemudian menyerang sel-sel mast dalam paru, pemajanan ulang terhadap antigen mengakibatkan ikatan antigen dengan antibody, menyababkan pelepasan produk sel-sel mast (disebut mediator). Pelepasan mediator ini dalam paru mempengaruhi otot polos dan kelenjar jalan nafas, menyebabkan bronkospasme, pembengkakan membran mukosa dan pembentukan mukus yang sangat banyak.

4.Klasifikasi 
Asma diklasifikasikan kedalam 6 tipe yaitu :
a. Asma ekstrinsik yang disebabkan oleh alergen inhalasi (misalnya debu, embun berdebu, jamur, serbuk, buhi dan rontokan bulu binatang dan diobati dengan imunologlobin E (IGE),
b. Asma intrinsik yang disebabkan oleh infeksi (sering virus) dan rangsangan lingkungan (seperti polusi udara),
c. Asma campuran dimana reaktivitas tipe I (segera) tanpa kombinasi dengan faktor intrinsik ,
d. Asma akibat aspirin dan zat yang sejenis,
e. Asma akibat latihan dimana gejala pernafasan terjadi dalam 5 sampai 20 menit setelah latihan.
f. Asma okupasi yang disebabkan oleh asap industri, debu dan gas. (Nettina, 2001).
Menurut Davey (2005), klasifikasi asma dibagi menjadi :
a. Asma ekstrinsik adalah asma anak-anak, berhubungan dengan atropi (atopi diatesis alergika familial, bermanifestasi sebagai eksema dan hay fever saat anak-anak) sering kali sembuh pada saat memasuki usia remaja, walaupun bisa timbul kembali pada saat dewasa.
b. Asma intrinsik, berkembang dalam tahap kehidupan selanjutnya, lebih jarang disebabkan oleh alergi, bisa lebih progresif dan respon terhadap terapi tidak begitu baik.
c. Asma berhubungan dengan pekerjaan, bila berhubungan dengan alergen industri / tempat kerja misalnya bahan fotokopi dan lain-lain.

Baca Juga :