Tindakan Bimbingan dan Konseling

Tindakan Bimbingan dan Konseling

Tindakan Bimbingan dan Konseling
Tindakan Bimbingan dan Konseling

Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Kuningan baru-baru ini telah menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Fasilitator Gugus”,  melalui program MGMP/MGBK Replika BERMUTU Kabupaten Kuningan.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari (15, 16, dan 18 Desember 2010),  bertempat di SMP N 4 Kuningan, diikuti oleh  perwakilan dari setiap Gugus MGBK yang ada di Kabupaten Kuningan, dengan agenda kegiatan membahas berbagai substansi trend layanan Bimbingan dan Konseling saat ini.

Pada hari kedua (Kamis, 16 Desember 2010),  saya diminta oleh panitia untuk memfasilitasi  dan membahas tentang Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling.

Penyajian yang saya lakukan dibagi ke dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama, dengan menggunakan alat bantu infocus, saya menyampaikan materi tentang konsep PTBK, yang saya ramu dengan mengkombinasikan pemahaman saya tentang penelitian tindakan, (khususnya Penelitian Tindakan  Kelas) dengan  Bimbingan dan Konseling itu sendiri, sehingga terbingkai menjadi Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling, –yang secara teknis ada sedikit perbedaan dengan Penelitian Tindakan Kelas yang lazim dilakukan oleh guru pengampu mata pelajaran, terutama dalam hal pemenuhan asas kerahasiaan dan keunikan layanan Bimbingan dan Konseling. Sementara hal-hal lainnya tentang PTBK pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Penelitian Tindakan Kelas, yang sudah banyak dibicarakan orang.

Jika selama ini orang mengartikan CAR sebagai Collaborative Action Research atau Classroom Action Research, pada kesempatan ini saya menawarkan pemikiran kepada peserta pelatihan, bahwa  istilah CAR ini tampaknya bisa diartikan pula sebagai Counseling  Action Research, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki mutu proses dan hasil layanan konseling.

Sesi kedua, saya mengajak peserta untuk berlatih mengidentifikasi, merumuskan dan mendekripsikan masalah penelitian  sampai dengan perumusan  judul penelitian, yang selanjutnya dikembangkan menjadi proposal penelitian. Pada sesi kedua ini peserta disediakan lembaran kerja sebagai  rambu-rambu dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

Mungkin karena informasi yang secara khusus mengkaji PTBK relatif langka dan terbatas, sehingga selama penyajian berlangsung peserta sangat enthusias dan aktif dalam membangun pemahamannya, termasuk saya sendiri sebagai fasilitator terus terang banyak memperoleh pemahaman baru dari diskusi yang berkembang dalam penyajian ini.

Di akhir acara, saya menekankan  kepada peserta bahwa untuk mahir dalam melaksanakan PTBK, silahkan lakukan saja penelitian di lapangan berdasarkan draft proposal yang telah dibuat.

Jangan pernah takut salah dalam ber-PTBK, dalam kesempatan MGBK yang akan datang atau kesempatan lainnya  mari kita diskusikan hasilnya. Jika ternyata masih salah, mari kita diskusikan bagaimana sebaiknya dan jika benar maka hasil penelitian Anda akan menjadi model sekaligus inspirasi  bagi rekan-rekan guru BK lainnya.

Pesan ini saya sampaikan  agar  rekan-rekan peserta mau dan tidak ragu untuk melaksanakan PTBK di tempat kerjanya masing-masing.  Sekaligus menekankan pula bahwa PTBK ini lebih diutamakan untuk kepentingan perbaikan mutu proses dan hasil layanan konseling di tempat kerja masing-masing, bukan semata-mata dalam rangka kenaikan pangkat dan golongan saja.

Akhirnya, semoga saja apa yang telah saya sajikan kiranya dapat menjadi bekal dasar bagi kawan-kawan dalam mengembangkan PTBK di tempat kerjanya, dan bisa berbagi lebih  jauh lagi kepada rekan-rekan Guru BK  di gugus masing-masing

Baca Juga :