Masih Ada Kuota yang Belum Terisi

Masih Ada Kuota yang Belum Terisi

Masih Ada Kuota yang Belum Terisi
Masih Ada Kuota yang Belum Terisi

Pengumuman hasil Penerimaan Pesera Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMAN/SMKN

sudah diumumkan Senin kemarin (8/7).

Tidak diumumkan melalui dinding sekolah lagi , tetapi langsung lewat website yang disediakan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Hasilnya ternyata ada juga sekolah yang belum terisi penuh daya tampungnya. Seperti SMAN 7 Kota Jambi.

Agus Herianto Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyampaikan, pihaknya bersama kepala sekolah sudah sepakat untuk tidak mengumumkan di sekolah. Karena berpotensi terjadinya permasalahan dengan siswa maupun orang tua siswa. “Jadi kita pilih umumkan melalui website mulai pukul 16.00 WIB, dan sekolah sudah kita perintahkan buat spanduk di pagar sekolah untuk cara pengumuman ini,” jelasnya.

Untuk hasil pengumuman sendiri Agus menyebut sesuai dengan daya tampung yang disediakan

. “Ada 4.707 siswa yang kita terima, dari 8.764 peminat dari SMP Negeri dan swasta di Kota Jambi,” sampainya. Sedangkan untuk jumlah se Provinsi dia menyebut ada 20.717 peminat dari SMPN/S. Tapi yang diterima hanya 19.069. “Artinya hampir seimbang peminat dan daya tampung Provinsi Jambi, cuma jarak seribu, nanti ditambah sekolah swasta kita yakini tak akan jadi masalah,” terangnya.

Namun kuota tersebut kata dia memang belum terisi sepenuhnya karena ada SMAN yang belum terisi daya tampungnya. “Seperti di SMAN 7 Seberang Kota yang masih kurang 20-an siswanya, padahal dari Kelurahan Danau Teluk dan Pelayangan sudah maksimal disana,” jelasnya. Untuk ini Agus menyebut memang permasalahan menahun, karena jarak yang jauh dari kelurahan lainnnya.

Solusinya kata Agus, seperti yang tertuang di Permendikbud apabila daya tampung sekolah belum

terpenuhi maka kebijakan diserahkan ke kepala sekolah SMAN untuk memenuhi. “Selain itu kita juga akan dorong siswa yang benar-benar ingin sekolah di Negeri untuk bersekolah disana, tapi yang jelas untuk PPDB ini sudah berakhir dan perekrutan selanjutnya diserahkan ke pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk 4000-an siswa yang tak lolos ke sekolah Negeri Agus menyebut sekolah swasta bisa menjadi alternatif. Dia juga menjelaskan agar siswa tak takut dengan anggapan sekolah swasta yang mahal, karena Disdik akan menerapkan cara yang membantu beban siswa tidak mampu di swasta. “Untuk tahun ini kita ada bantuan beasiswa untuk siswa tak mampu di sekolah swasta, dengan bantuan Rp1,2 juta pertahunnnya, ini bagian dari beasiswa Pemprov Jambi,” terangnya.

Diharapkan dengan cara itu siswa jadi tak merasa terbebani untuk bersekolah di Swasta.Sedangkan untuk PPDB di SMK Agus menyebut tahun ini mengalamai peningkatan minat. Yakni sebesar 57,46 persen siswa yang tidak diterima di SMK. “Artinya yang diterima hanya 42,54 persen di enam SMKN Kota Jambi, khusus SMK masih menggunakan nilai UN, jadi tergantung minat siswa bukan berdasarkan zonasi,” paparnya.

Selanjutnya bagi siswa yang dinyatakan lolos seleksi PPDB tinggal melakukan pendaftaran 9 hingga 13 Juli waktu daftar ulang, dan pada 15 hingga 17 Juli pengenalan.

Di bagian lain, Kepala Dians Pendidikan Kota Jambi, Arman, mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Jambi hingga penutupan PPDB tingkat SMP di Kota Jambi tercatat sebanyak 6.249 siswa lulusan SD mendaftar di SMPN kota Jambi. Sementara jumlah siswa yang diterima sebanyak 4.849 siswa.

Jumlah tersebut terdiri atas 4.739 siswa dari sistem zonasi, 92 siswa dari prestasi, dan 18 siswa dari perpindahan tugas. Menurutnya sejauh ini belum ada kendala yang dihadapi.

Bahkan pihaknya akan membangun posko di sekolah masing-masing dan di Disdik kota Jambi.

“Ini untuk melihat laporan orang tua siswa, keluhannya bisa disampaikan di sekolah yang dituju,” ujarnya.

Untuk sekolah yang sudah memenuhi kuota maka tidak bisa lagi melakukan pendaftaran. Sementara untuk sekolah yang belum memenuhi kuota masih bisa mendaftar. Misalnya di SMPN 23, SMPN 13, SMPN 20 dan SMPN 8.

“Jadi jumlah 4.849 siswa ini akan terus bergerak, jika masih ada yang mendaftar di sekolah-sekolah yang belum tercukupi,” imbuhnya.

 

Sumber :

http://bit.ly/2oyHcy2