Mail Server dengan MDaemon

Mail Server dengan MDaemon

Mail Server dengan MDaemon
Mail Server dengan MDaemon

M. Choirul Amri

choirul@bsmdaemon.com

Tulisan ini merupakan versi singkat dari buku berjudul : Belajar Sendiri

MDaemon; Panduan Praktis Konfigurasi Mail Server, yang akan diterbitkan

oleh PT. Elex Media Komputindo pada periode Juli-Agustus 2003. Bagi anda

yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang teknik, tip, dan trik pengelolaan

MDaemon dan teknologi mail server dapat memperoleh informasi lebih lanjut

di http://www.bsmdaemon.com.

Bagian I : Pendahuluan

1.1 Kebutuhan Hardware

Kebutuhan hardware minimum untuk MDaemon sebagai mailserver adalah komputer minimal kelas

Pentium dengan RAM 32 MB. Untuk jumlah user yang besar disarankan menggunakan komputer kelas

Pentium III dengan RAM 128 MB. Sistem operasi yang dapat digunakan adalah Windows 98, Windows

NT, maupun Windows 2000. Untuk aplikasi yang serius disarankan anda menggunakan Windows NT

atau Windows 2000 sehingga sistem keamanan dan stabilitasnya dapat ditingkatkan.

1.2 Protokol layanan E-Mail

Terdapat dua protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E-Mail :

• Simple Mail Transfer Protokol (SMTP)

• Post Office Protocol Version 3 (POP3)

Selain kedua protokol tersebut juga dikenal Internet Mail Access Protocol (IMAP) yang fungsinya mirip

POP3 dengan beberapa kelebihan. Berikut akan dijelaskan fungsi dan cara kerja masing-masing protokol

tersebut.

Lisensi Dokumen:

Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com

Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan

disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat

tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang

disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,

kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.

2

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)

Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan.

Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari

suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service

SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan

protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP.

Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau

mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3.

Post Office Protocol version 3 (POP3)

Protokol POP yang banyak digunakan saat ini adalah versi 3 atau lebih dikenal sebagai POP3. Peran

potokol ini adalah untuk mengambil E-Mail yang tersimpan dalam mailbox tiap user di mail server, yang

biasanya juga berfungsi sekaligus sebagai SMTP server. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa

SMTP tidak memiliki mekanisme penyimpanan E-Mail ke mailbox dan mendistribusikannya tiap user,

sehingga protokol POP3 mengambil peran tersebut.

Server POP3 menyimpan sementara E-Mail tiap user di dalam mailboxnya masing-masing sebelum

akhirnya didownload oleh user bersangkutan menggunakan klien E-Mail seperti Outlook maupun Eudora.

Dalam proses pengambilan tersebut klien E-Mail terhubung ke mail server menggunakan protokol POP3

yang berjalan pada TCP port 110.

1.3 Peranan DNS Server dalam Layanan E-Mail

Dalam layanan E-Mail server DNS berperan sebagai penunjuk jalan routing suatu E-Mail. Apabila

terdapat suatu E-Mail maka server DNS akan mengecek nama domain yang terdapat pada alamat tujuan.

Berdasarkan domain tujuan tersebut maka server DNS menunjukkan informasi mail exchanger (MX)

record suatu domain. Selanjutnya pesan akan diteruskan ke host tujuan berdasarkan nama host yang

terdapat dalam MX record, dimana host tersebut adalah server SMTP dari alamat tujuan. Pesan tersebut

disimpan di mail server tujuan sampai tiba saatnya pengguna mendownload E-Mail.

Baca Juga :