Ketahui! Amalan Di Bulan Muharram

Ternyata bulan Muharam adalah salah satu bulan terlarang yang memiliki keutamaan, sama seperti bulan Ramadhan memiliki keutamaannya. Amalan di bulan Muharam yang dikutip dari https://waheedbaly.com/, ada beberapa praktik hebat yang tidak dapat dilakukan di bulan lain selain bulan yang melanggar hukum.

Sangat disayangkan tidak melakukan praktik mulia ini.

 Pertama: Puasa terbaik / waktu Shaum setelah Ramadhan

Puasa / shaum yang dilakukan pada bulan Muharam dianggap oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai puasa / shaum terbaik setelah shalat Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi sallallaahu’ alayhi wa sallam berkata:

أفألض الصيصام بعد رمان شهشر الله المحرم

“Puasa / Shaum terbaik setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (SDM. Muslim)

Al-Qari mengatakan bahwa “Shahrullah” mengacu pada semua bulan yang dilarang (Dhu al-Qa’a, Dhu al-Hijjah, Muaram, Rajab).

Kedua: Tingkatkan jumlah perbuatan baik di bulan Muharam

Jika Allah ‘Azza wa Jalla menentukan keagungan dan kemuliaan sesuatu, tentu saja, nilai lain disimpan di dalamnya.

Bersamaan dengan kemuliaan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla didirikan pada bulan Muharam, dan beberapa bulan lainnya yang dilarang, Allah’ Azza wa Jalla menggandakan nilai ketidaktaatan dan menggandakan hadiah untuk perbuatan benar.

Amal dapat mengambil bentuk praktik wajib, sunnah, dan semua kegiatan yang layak disembah.

Sebagai seorang sarjana interpretatif, Qatadah rahimahullah menjelaskan bahwa perbuatan baik lebih bermanfaat jika dilakukan di bulan-bulan yang melanggar hukum, karena ketidakadilan di bulan-bulan yang melanggar hukum lebih besar daripada dosa yang dilakukan di bulan-bulan lainnya. (Tafsir Ibn Katsir, 4/131)

Ketiga: Puasa di siang hari dapat menghapus dosa selama 1 tahun

Praktek kehancuran ketiga adalah puasa / shauming. Berpuasa di Sunnah, yang dilakukan hanya selama satu hari sebulan di Muharam, ternyata merupakan praktik mengerikan yang dapat menghapus dosa yang dilakukan selama setahun. setahun yang lalu. Puasa / Shaum dikenal sebagai Puasa / Shaum Ashura.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

وسل عن صوصم يوم عرفة فقال: يكفر السنة الماضيضة والبايقة. عاورا فقال: يكفر السنة المايضة

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang keutamaan puasa Arafat, dan dia menjawab,” Puasa Arafat akan menghapus dosa setahun yang lalu dan tahun yang akan datang. “Dia juga dimintai hak istimewa puasa Ashura menjawab:” Puasa Ashura akan menghapus dosa setahun yang lalu. “(HR Muslim No. 1162).

Selain itu, para ulama mengatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan puasa pada hari kesembilan. Puasa / Shaum disebut Shaum Tasu’a. Mengapa ada saran seperti itu?

Imam Nawawi Rahimahullah mengatakan para ulama mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengecualikan orang-orang Yahudi yang berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram. Ini ditunjukkan dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. (Syarh Shahih Muslim, 8/14)

Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ketika Nabi Shallallahu’ alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan umat Islam untuk melakukannya, pada saat itu seseorang berkata:

يا رسول الله إنإه يوم تعمظه اليهود والنصارى. فإذا كان العام المبقل – إنإ شاش الله – صمنا اليوم التاسع. فلم يأتأ العام المبقل حت توف رسول الله -لى الله عليه وسلم-.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang dimuliakan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen.” sallallaahu ‘alaihi wa sallam sudah mati. “(HR Muslim No. 1134)

Imam Asy Syafi’i dan beberapa ulama Syafi’i, Imam Ahmad dan Ishaq, juga mengatakan direkomendasikan untuk berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh pada saat yang bersamaan. karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan bermaksud untuk berpuasa juga pada hari kesembilan.

Baca Juga :