Revitalisasi SMK Terus Digencarkan

Revitalisasi SMK Terus Digencarkan

Revitalisasi SMK Terus Digencarkan
Revitalisasi SMK Terus Digencarkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan revitalisasi SMK

. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan, salah satu fokus revitalisasi SMK adalah mengevaluasi kompetensi jurusan SMK yang sudah jenuh.

“Inti dari revitalisasi adalah pertama dari kompetensi jurusan, kalau jurusannya sudah jenuh ya jangan ditambah. Revitalisasi ini tidak hanya kompetensi jurusan, ada juga sarana prasarana, lulusannya, proses pembelajarannya dan lainnya,” ujar Dodin saat ditemui di kantornya, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung, pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Dodin mengatakan seluruh SMK melakukan revitalisasi agar lebih berkembang. Ada pula beberapa SMK di Jawa Barat yang dijadikan Pilot Project revitalisasi SMK oleh pusat. SMK tersebut mendapatkan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bantuan pembangunan sarana-prasarana, pelatihan, dan lainnya.

Seperti yang dirilis oleh , Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, sesuai dengan intruksi Presiden No. 9 Tahun 2016, ada empat poin yang menjadi fokus revitalisasi SMK, keempat poin tersebut melingkupi revitalisasi kurikulum, pendidik & tenaga kependidikan, kerja sama, dan lulusan.

Hamid mengatakan, kurikulum untuk jenjang SMK sering dianggap kaku oleh berbagai kalangan. Akibatnya, sulit untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang siap dipakai oleh dunia usaha dan industri. Dengan revitalisasi ini, dari tiga kurikulum di SMK ada satu kurikulum yang dirancang lebih fleksibel. Artinya, kurikulum ini menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

Setelah kurikulum, revitalisasi juga dilakukan dari sisi pendidik dan tenaga kependidikan

, terutama guru. Selain ketersediaan, revitalisasi juga menyasar pada perbaikan kompetensi guru. Revitalisasi yang juga tidak kalah penting adalah berkaitan dengan kerja sama antara SMK dan dunia usaha dunia industri (DUDI).

Terakhir adalah revitalisasi kualitas lulusan. Setiap lulusan dari SMK harus melalui uji kompetensi dan sertifikasi yang diakui DUDI. Karena kualitas lulusan SMK akan menentukan apakah SMK bisa merespons kebutuhan DUDI atau tidak.***

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/niat-mandi-wajib/