Ketrampilan Dasar Mikro Konseling

Ketrampilan Dasar Mikro Konseling

Ketrampilan Dasar Mikro Konseling
Ketrampilan Dasar Mikro Konseling

Kathryan Geldard & David Geldard (2011 : 45) keterampilan – keterampilan mikro konseling adalah elemen – elemen kecil dari seorang konselor. Mikro konseling adalah suatu cara memberikan penguasaan teknik – teknik konseling tunggal kepada calon konselor. Keterampilan konseling yang paling penting adalah mendengarkan klien dengan penuh perhatian.

 

KETERAMPILAN PENAMPILAN (ATTENDING)

Menurut Jamal Ma’mur Asmani (2010 : 208) perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien. Menurut Carkhuff (1983) (dalam Retno Tri Hariastuti, 2007 : 27 ) attending adalah cara yang menunjukkan bagaimana konselor menyiapkan diri, bersikap, atau berperilaku, mendengarkan, memberikan perhatikan kepada klien sehingga klien merasa aman, nyaman, diperhatikan oleh konselor.

Sofyan S Willis (2010 : 176) Perilaku attending dapat juga dikatakan sebagai penampilan konselor yang menampakkan komponen – komponen perilaku non verbal, bahasa lisan, dan kontak mata. Karena komponen – komponen tersebut tidak mudah, perlu dilatihkan  bertahap terus – menerus.

 

Retno Tri Hariastuti, (2007 : 27)

Attending merupakan kemampuan konselor dalam menunjukkan perhatian secara penuh kepada klien sehingga klien dapat terlibat dalam proses konseling. Fungsi utama dari attending yaitu untuk mendorong klien agar mau berbicara dengan bebas dan terbuka. Attending sangat diperlukan selama proses konseling berlangsung, terutama pada tahap awal konseling. Keberhasilan konselor untuk mengajak klien terlibat secara penuh dalam konseling akan mempengaruhi proses konseling selanjutnya.

Perilaku attending yang ditampilkan konselor akan mempengaruhi kepribadian klien yaitu:

  1. Meningkatkan harga diri klien, sebab sikap dan perilaku atteding memungkinkan konselor menghargai klien, karena klien merasa dihargai maka merasa harga diri ada atau meningkat.
  2. Dengan perilaku attending dapat menciptakan suasana aman bagi klien, karena klien merasa ada orang yang bisa dipercayai, teman untuk berbicara dan merasa terlindungi secara emosional.
  3. Perilaku attending memberikan keyakinan kepada klien bahwa konselor adalah tempat dia mudah untuk mencurahkan segala isi hati dan perasaannya.

Keterampilan ini sangat berguna dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Perilaku attending yang tepat akan memberikan kesan pada klien bahwa konselor menghargainya sebagai pribadi, konselor menaruh perhatian yang penuh terhadap klien, sehingga klien sanggup mengembangkan harga diri serta melakukan ekspresi secara bebas.

Keterampilan attending ini meliputi:

  • Posisi dan jarak duduk, yang mencakup posisi tempat duduk sedemikian rupa sehingga tidak seperti di pengadilan, jarak duduk tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat.
  • Posisi badan, isyarat gerak tubuh dan ekspresi wajah, yang meliputi posisi badan masih dalam wilayah pandang, cara duduk konselor wajar dan menggunakan gerak tangan seperlunya untuk menyertai komunikasi secara verbal, responsif dalam menggunakan wajah (sebagai pertanda pemahaman atau penolakan) serta penggunaan gerak badan yang merupakan pertanda kebersamannya dengan klien.
  • Kontak mata, hendaknya berlangsung dan ditujukan kepada klien terutama saat klien berbicara. Kontak mata yang merupakan pandangan spontan perlu dipelihara dan dijaga dalam wilayah pandang. Kontak mata yang spontan ini memberikan kesan kepada klien bahwa konselor mempunyai minat yang penuh serta responsif terhadap klien.
  • Ekspresi wajah berdampak besar terhadap proses perlibatan diri. Konselor pastinya ingin menunjukkan ekspresi ketertarikan, kepedulian, dan keprihatian.
  • Penggunaan suara yang bervolume dan kejelasan, intonasi, nada suara akan menunjukkan hubungan yang empatik dengan klien dan meyakinkan mereka bahwa konselor memang berknsentrasi pada saat mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Bicarlah dengan jelas dan dengan folume yang cukup enak di dengar. Usahakan agar nada suara anda mampu menciptakan hubungan yang empatik.
  • Mendengarkan. Yang perlu diperhatikan dalam mendengarkan terhadap pembicaraan klien adalah mendengarkan dan memahami seluruh pesan – pesan klien, memelihara perhatian yang terpusat pada klien, serta mengarahkan diri terhadap apa yang telah dinyatakan oleh klien.

Contoh percakapan menggunakan teknik attending :

  • ki     : “assalamu’alaikum (mengetok pintu)”

ko      : “wa’alaikum salam, salahkan masuk nak ( ramah, senyum, ceria, mengantar ke kursi )”

ki     : “ya …. Bu (senyum terpaksa, murung, sedih)”

ko    : “apa kabar nak ? (sebut nama), ( senyum, ramah, penuh perhatian)”

ki     : “mmmm…. (diam, sedih, menunduk)”

ko    : “ada yang bisa ibu bantu? (senyum, ramah, penuh perhatian, ekspresi penuh ketertarikan, duduk condong ke arah klien )”