Kapal Nala Heroes Antarkan ITS Jadi Kampiun di AS

Kapal Nala Heroes Antarkan ITS Jadi Kampiun di AS

Kapal Nala Heroes Antarkan ITS Jadi Kampiun di AS
Kapal Nala Heroes Antarkan ITS Jadi Kampiun di AS

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menyabet gelar di level internasional. Tim Barunastra dengan kapal autonomous Nala Heroes, keluar sebagai juara pertama dalam ajang 11th Annual International Roboboat Competition 2018 di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat. Kejuaraan tersebut berakhir Senin (25/6), waktu Indonesia.

Dari hasil final kompetisi tahunan yang berlangsung sejak 18 Juni ini, tim Barunastra ITS berhasil meraih skor tertinggi yakni 4.996. Skor tersebut mengalahkan para finalis lain yang didominasi tim tuan rumah.

Ketua tim Barunastra ITS Khalif Aji Puspito, menjelaskan, sebanyak 14 tim

berpartisipasi dalam perlombaan robot kapal tanpa awak ini. Semua tim diberikan kesempatan untuk mengikuti kualifikasi. Dari Indonesia sendiri, selain tim Barunastra ITS, juga ada tim roboboat dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Sedang tim lainnya antara lain berasal dari AS, Belanda, Mexico, India, dan Kanada.
Lomba Roboboat Competition 2018
Dari hasil final kompetisi tahunan yang berlangsung sejak 18 Juni ini, tim Barunastra ITS berhasil meraih skor tertinggi yakni 4.996. Skor tersebut mengalahkan para finalis lain. (dok. Humas ITS for JawaPos.com)

Awalnya hanya ada enam tim yang lolos ke babak final.

Namun ada kualifikasi tambahan lanjutan untuk tim-tim yang tidak lolos, sehingga untuk final diambil total delapan tim. “Alhamdulillah Tim Barunastra sudah dapat mencapai peringkat 1 sejak babak kualifikasi,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Aji tersebut.

Aji menuturkan, keberhasilan tim Barunastra menempati posisi pertama merupakan buah usaha yang penuh dengan perjuangan. Banyak kendala serius yang dihadapi tim saat kualifikasi. Pada run pertama kualifikasi berjalan dengan lancar.

Masalah terjadi pada saat run kualifikasi kedua dan ketiga. Kendala tersebut antara lain GPS, kompas, dan tower lamp (untuk indikasi mode auto/manual) bermasalah, serta laptop yang digunakan rusak, sehingga kapal tidak terkendali.

“Meskipun begitu, kelebihan roboboat Nala Heroes milik Barunastra

yang berhasil lancar melewati run pertama dapat menutupi beberapa poin yang kurang di run kedua dan ketiga,” papar mahasiswa Fakultas Teknik Sistem Perkapalan ini.

Pada saat selesai kualifikasi, Barunastra berusaha mencari sumber masalahnya. Dan akhirnya ditemukan bahwa kendala berasal dari komponen ekstensi yang digunakan. Karena tidak memungkinkan untuk diuji kembali pada air, akhirnya dilakukan pengujian di darat dengan membawa kapal keliling-keliling perumahan.

“Alhamdulillah akhirnya kapal sudah benar seperti semula. Di final berhasil menyelesaikan run dalam waktu 8 menit dari total alokasi waktu 20 menit,” ujarnya.

Atas kemenengan tersebut Rektor ITS Prof Joni Hermana mengungkapkan rasa syukur dan bangga. Barunastra mengikuti jejak yang Ichiro memboyong gelar di Kanada, Minggu lalu. “Kami sangat berterima kasih juga pada semua pihak yang telah membantu keberhasilan ini,” ungkap Joni.

 

Sumber :

https://rushor.com/materi-simantik-dan-etimologi/