Pengertian Konflik Sosial & Faktor Penyebabnya

Pengertian Konflik Sosial & Faktor Penyebabnya – Semua orang harus mengalami konflik, seperti konflik dalam keluarga, konflik dalam masyarakat, dan sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut tentang konflik sosial di sini kita akan melihat semua tentang konflik sosial.

Definisi Konflik Sosial

Konflik berasal dari kata kerja configere Latin, yang berarti saling mengalahkan. Secara sosiologis, konflik didefinisikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) ketika satu pihak mencoba untuk menyingkirkan yang lain, menghancurkannya atau membuatnya impoten.

Definisi konflik sosial menurut para ahli:

  • Konflik sosial adalah alat untuk memperoleh hal-hal langka seperti status, kekuasaan, dan sebagainya. (Robert M. Z. Lavang)
  • Konflik sosial sebagai “perjuangan, bentrokan, perjuangan, perjuangan oposisi, pendapat atau tujuan, perjuangan mental, penderitaan”. (Cassel Lacon dalam Lacey 2003).

Definisi tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik sosial adalah pertempuran, bentrokan, perjuangan, konflik kepentingan, opini atau tujuan, pergulatan mental, penderitaan mental.

  • Konflik, konflik atau konflik adalah proses yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuannya dengan melawan lawan, disertai dengan ancaman dan kekerasan. (Soerjono Soekanto 1989: 86) Oleh karena itu, konflik diidentifikasi dengan tindakan kekerasan.
  • Konflik adalah konflik yang muncul antara apa yang diharapkan seseorang dari dirinya sendiri, dengan orang lain, dengan apa yang diharapkan dari kenyataan (Mangkunegara, 2001).

Jenis Konflik

Pengertian Konflik Sosial

Jenis konflik berdasarkan pihak yang terlibat

  • Konflik individu (konflik dalam individu), yaitu, konflik yang timbul dari kenyataan bahwa mereka memilih tujuan yang saling bertentangan atau karena kebutuhan untuk meninggalkan terlalu banyak tugas. Misalnya: konflik antara dua remaja atau konflik antara suami dan istrinya.
  • Konflik antar individu (konflik antar individu), yaitu konflik yang timbul karena perbedaan kepribadian antara satu orang dan orang lain.
  • Konflik antara individu dan kelompok (konflik antara individu dan kelompok), yaitu konflik yang muncul karena ada individu yang tidak beradaptasi dengan norma-norma kelompok di mana ia bekerja.
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama (konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama) adalah konflik yang timbul dari kenyataan bahwa masing-masing kelompok memiliki tujuan sendiri dan berbeda yang perlu dicapai.
  • Konflik antar organisasi (konflik antar organisasi), yaitu konflik yang timbul dari tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi yang berdampak negatif pada anggota organisasi lain.
  • Konflik antar orang dalam organisasi yang berbeda (Konflik antara orang dalam organisasi yang berbeda), yaitu konflik yang timbul karena sikap atau perilaku anggota organisasi yang berdampak negatif terhadap anggota organisasi yang lain.

Penyebab Konflik Sosial

1. Minat dan pandangan berbeda tentang kehidupan

Setiap orang atau kelompok sosial memiliki minat dan pandangan yang berbeda tentang kehidupan. Misalnya, Febri memilih untuk mengunjungi ibunya, yang sakit parah di rumah sakit, daripada melakukan perjalanan dengan teman-temannya. Bagi Febri, tidak ada yang lebih penting daripada mencintai ibumu.

Perbedaan minat dan pandangan tentang kehidupan memunculkan konflik sosial dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, dalam masyarakat, kita harus toleran terhadap orang atau kelompok lain. Dengan demikian, hubungan yang baik dengan teman dan kerabat akan dipertahankan, dan konflik sosial dapat dihindari.

2. Perbedaan nilai dan norma sosial

Setiap orang atau kelompok sosial memiliki nilai, pandangan hidup, dan norma sosial yang berbeda. Misalnya, dalam masyarakat Sunda, ada pendapat bahwa lebih baik dan aman untuk tinggal di zona kelahiran dan lebih dekat dengan orang tua atau kerabat daripada hidup dalam kelompok etnis lain. Sebaliknya, di komunitas Batak atau Minang, mereka percaya bahwa tinggal di luar negeri lebih baik daripada tinggal di daerah kelahiran.

Perbedaan nilai dan norma sosial sering menyebabkan konflik sosial. Misalnya, kerusuhan di Poso, kerusuhan di Ambon, dan sebagainya. Dan sebagai masyarakat dengan Ikhin Bekhinek Tunggal kita harus toleran terhadap perbedaan nilai dan norma sosial.

Itulah pembahasan yang dapat kami bagikan tentang Pengertian Konflik Sosial & Faktor Penyebabnya, semoga bermanfaat.

Baca Juga :