Erosi dan Abrasi

Erosi dan Abrasi

Erosi dan Abrasi

EROSI

Di alam, erosi selalu dan akan tetap terjadi. Bentuk permukaan bumi selalu berubah sepanjang masa. Pada suatu tempat terjadi pengikisan, dan dilain tempat terjadi penimbunan. Proses ini terjadi secara alamiah dan sangat lambat tanpa disadari oleh manusia, akibatnya baru terlihat setelah berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun. Contoh klasik dalam hal ini adalah terbentuknya dataran pada Sungai Kalibrantas di Jawa Timur (dataran yang terbentuk dan diapit oleh Kali Mas dan Kali Porong). Proses pengikisan kulit bumi yang terjadi secara alami ini dikenal dengan nama “erosi geologi”atau erosi alam.

 

Erosi pada dasarnya merupakan

proses perataan kulit bumi. Proses ini terjadi melalui penghancuran, pengangkutan dan pengendapan. Di alam, ada dua penyebab utama yang aktif dalam menimbulkan erosi, yaitu air dan angin. Erosi yang disebabkan oleh angin disebut erosi angin dan erosi jenis ini terutama dialami oleh daerah-daerah yang kering atau padang pasir.

Berbagai akibat yang dapat ditimbulkan erosi (erosi yang dipercepat) diantaranya yang penting adalah:

  1. Hilangnya lapisan tanah yang subur,
  2. Sedimentasi di muara sungai,
  3. Banjir dimusim hujan dan kekeringan pada musim kemarau,
  4. Pendangkalan saluran irigasi dan waduk

ABRASI

Proses abrasi adalah pengikisan wilayah pantai sehingga wilayah darat berkurang (garis pantai mundur ke arah darat). Dampaknya cukup serius karena dapat merusak prasarana transportasi, jaringan listrik, perhubungan dan permukiman. Abrasi dan sedimentasi di perairan dekat pantai merupakan 2 proses geologi yang terkait. Jika terjadi abrasi pada suatu bagian pantai maka akan terjadi sedimentasi pada bagian pantai lainnya, akibat dari transpor sedimen oleh arus susur pantai dari tempat yang mengalami abrasi ke tempat yang mengalami sedimentasi.

Abrasi berpotensi terjadi pada wilayah pantai yang tersusun oleh formasi batuan aluvial atau batuan lepas. Agen utamanya adalah ombak dan arus susur pantai. Abrasi juga dapat dipicu oleh aktivitas manusia berupa pengambilan karang dari laut, pengambilan pasir di pantai dan pembabatan mangrove.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.com/