Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS

Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS

Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS.
Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS.

Saat ku bangun ternyata aku berada di UKS

Ku lihat sahabatku Ila berada di sampingku. Ku bertanya padanya apa yang sudah terjadi. Dia bilang ”tadi waktu aku bermain basket kepalaku terbenturdengan bola, kemudian aku pingsan di tengah lapangan. Aku langsung memasang wajah menyesal dan berkata dalam hati ” Ya Allah Kenapa kejadian waktu SMPku terulang kembali??” Kamu tenang saja kejadian waktu SMP mu berbeda dengan kejadian sekarang. Apa maksudmu, tanyaku pada Ila. Kamu memang pingsan tapi pingsanmu kali ini tidak akan membuatmu malu tapi sebaliknya, jawab Ila. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perkataanmu, tanyaku kembali. Saat kamu mau jatuh, tiba-tiba Dimas menangkapmu dan alhasil kamu pingsan dipangkuan Dimas, dan kemudian Dimas berlari menggendongmu menuju UKS, apakah kamu tahu semua mata melihat ke arah kalian berdua , ahahaha kisahmu seperti sinetron saja, jawab Ila. Ila apa yang harus aku lakukan?? Semua orang pasti akan berfikir yang bukan-bukan tentang Aku dan Dimas, Tamatlah riwayatku kali ini, ujarku pada Ila. Bukankah itu bagus karena kamu akan di kenal banyak orang, jawab Ila. Apa kamu gila??Aku tidak ingin terkenal.

 

Jawabku. Andaikan  aku dapat memilih

Aku tidak ingin digendong oleh Dimas, sambungku lagi. Kamu itu semestinya bersyukur Dit karena kamu bisa di gendong sama Dimas, cowok yang di idolakan satu sekolah. Aku bingung kenapa Dimas bisa baik sama kamu, padahal kalau sama cewek-cewek lain Dia selalu dingin, jangan-jangan Dimas suka lagi sama kamu, kata yang keluar dari mulut Ila membuat jantungku terasa ingin berhenti. Pokoknya Dimas tidak boleh suka sama aku titik., sambungku lagi. Memangnya kenapa kalau dia suka sama kamu, memangnya apa yang salah dengan hal itu??, tambah ila.Aku merasa tidak cocok bila berpacaran dengan Dimas, secara Dimas itukan cowok yang diidolakan satu sekolah. Pasti semua orang akan membenciku, jawabku pada Ila. Sudahlah Dit Kamu jangan berfikir yang bukan-bukan, Aku rasa semua orang akan setuju kok kalau kamupacaran dengan Dimas, secara kamu itukan pintar+cantik lagi, ujar Ila yang mencoba meyakinkanku. Aku hanya menundukkan kepala.

 

Semenjak kejadian di lapangan basket itu

Aku dan Dimas menjadi akrab.kebetulan rumah Dimas searah dengan rumahku jadi Aku dan Dimas sering pulang dan pergi sekolah bersama menggunakan Motor Ninja Merahya. Sehingga banyak orang yang mengira kami berdua berpacaran bahkan Ayah, Mama, dan Kak Dika juga awalnya mengira kami berpacaran. Hari ini begitu cerah Akupun telah selesai berpakaian dan berada di halaman rumah bersama Mama untuk menunggu Dimas. Ku lihat Mama sedang asyik dengan bunga-bunganya. Ditapa kamu menyukaimu Dimas?? Tiba-tiba Pertanyaan yang keluar dari mulut mama membuatku terkejut. Aaa..ku Enggak suu..ka kok Ma saa..ma Dii..mas(dengan suara yang terbata-bata) , Aku hanya menganggapnya sebagai sahabat. Tapi Mama rasa Dimas menyukaimu, sambung Mama lagi. Itu mungkin Cuma perasaan Mama saja(kemudian aku teringat perkataan Ila waktu di UKS, perkataannya sama seperti Mama), mana mungkin Dimas suka sama cewek yang kutu buku kayak Aku. Nak di dunia ini tidak ada kata tidak mungkin selagi Allah SWT menghendaki apapun bisa terjadi. Kata-kata mama barusan membuatku berpikir.

 

Tiba-tiba suara klakson motor Dimas berbunyi

Aku terkejut mendengarnya. Ma aku pergi dulu yah(sambil menciun tangan Mama). Tante kami pergi dulu(kata dimas saat kami ingin berangkat). Hati—hati yah Nak, didepan sana banyak tukang becak jangan sampai kamu menabraknya nanti kasian loh tukang becaknya., jawaban Mama yang membuat aku dan Dimas tersenyum kecil. Diatas motor Aku hanya memikirkan perkataan Mama tentang perasaanku ke Dimas. Aku tidak boleh suka sama dimas, Aku harus menjauhinya aku tidak ingin Dia malu gara-gara Aku.

Baca Juga :