Karakteristik Umum Model Pembelajaran

 Karakteristik Umum Model Pembelajaran

 Karakteristik Umum Model Pembelajaran
Karakteristik Umum Model Pembelajaran

Sebagaimana yang dikatakan Weil (dalam Triyanto 2007:8)

Setiap model pembelajaran memiliki unsur-unsur: (1) sintakmatik, (2) sistem sosial, (3) prinsip reaksisi, (4) sistem pendukung, (5) dampak intruksional dan pengiring.

Adapun yang dimaksud sintakmatik adalah tahap-tahap kegiatan dari model belajar mengajar. Sistem sosial adalah situasi atau suasana dan norma yang berlaku dalam model tersebut. Prinsip reaksi adalah pola kegiatan yang menggambarkan sikap guru dalam memperlakukan para pelajar, termasuk cara guru memberikan respon terhadap para pelajar. Sistem pendukung adalah sarana bahan dan alat yang diperlukan untuk melaksanakan model tersebut. Dampak intruksional adalah hasil belajar yang dicapai dengan cara mengarahkan para pelajar pada tujuan yang diharapkan. Dampak pengiring adalah hasil belajar lain yang dihasilkan oleh suatu proses belajar mengajar sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang dialami langsung oleh para pelajar tanpa pengarahan langsung dari pengajar.

.

Kelompok Model Pembelajaran

Dalam rangka pemanfaatan model pembelajaran yang sudah ada, Joyce dan Weil (dalam Winataputra 2001:3) telah menyajikan beberapa model pembelajaran yang telah dikembangkan dan diuji kebakuannya oleh pakar pendidikan. Dari hasil kajian terhadap berbagai model pembelajaran, model pembelajaran dikelompokan menjadi empat kategori, yaitu 1) kelompok model pengolahan informasi, 2) kelompok model personal, 3) kelompok model sosial, dan 4) kelompok model sistem perilaku. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jaring-jaring-kubus/ 

Kelompok model pengolahan informasi

Model pembelajaran pengolahan informasi menitikberatkan pada cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara mengaji dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya. Beberapa model dalam kelompok ini menitikberatkan pada sejumlah konsep, sebagian lagi menitikberatkan pada pembentukan konsep dan pengetesan hipotesis, dan sebagian lainnya menitikberatkan pada pengembangan kemampuan kreatif. Yang termasuk model pengolahan informasi, yaitu (1) pencapaian konsep, (2) berpikir induktif, (3) latihan penelitian, (4) pemandu awal, (5) memorisasi, (6) pengembangan intelek, dan (7) penelitian ilmiah.

 

Kelompok model personal

Model personal berpijak dari pandangan individu. Proses mendidik sengaja dilaksanakan untuk memungkinkan dapat memahami diri sendiri dengan baik, memikul tanggung jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kelompok model personal memusatkan perhatian pada pandangan perseorangan dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif sehingga manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya. Yang termasuk dalam kelompok model personal, yaitu (1) pengajaran tanpa arahan, (2) sinektik, (3) latihan kesadaran, dan (4) pertemuan kelas.

 

Kelompok model sosial

Kerja sama merupakan salah satu fenomena kehidupan masyarakat. Dengan kerja sama, manusia dapat membangkitkan dan menghimpun tenaga atau energi. Kelompok model sosial ini dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerja sama. Model ini telah banyak diteliti dalam pengajian keberlakuannya, dan hasil yang diperoleh adalah keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan secara bersama yang dapat membantu berbagai proses belajar. Yang termasuk model sosial, yaitu (1) investigasi kelompok, (2) bermain peran, (3) penelitian jurisprudensial, (4) latihan laboratoris, dan (5) penelitian ilmu sosial.

 

Kelompok model sistem perilaku

Dasar teori kelompok model ini adalah teori-teori belajar sosial. Model ini dikenal pula sebagai modifikasi perilaku, terapi perilaku, atau sibernetika. Adapau dasar pemikiran kelompok model ini adalah sistem komunikasi yang mengoreksi sendiri dengan memodifikasi perilaku dalam hubungannya dengan dijalankannya tugas dengan baik. Model ini memusatkan perhatian pada perilaku yang terobservasi, metode, dan tugas yang diberikan dalam rangka mengkomunikasikan keberhasilan. Yang termasuk dalam model ini, yaitu (1) pembelajaran tuntas, (2) pembelajaran langsung, (3) belajar kontrol diri, (4) latihan pengembangan keterampilan dan konsep, dan (5) latihan asertif.

Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada strategi, metode atau prosedur. Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi, metode atau prosedur, yaitu (1) rasional teoretik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya, (2) landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar, (3) tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut berhasil dilaksanakan, (4) lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai (Kardi dan Nur dalam Trianto, 2007: 6).